Rabu, 01 Februari 2012

BISAKAH KITA HIDUP TANPA UANG? JAWABANNYA...BISA!!

Penulis : Tim AndrieWongso
Mr. Copaster : Fuad Suyatman (Fuad Hasan P. Salman bin Suyatman)


Hidup tanpa uang?



Bisa gitu?

Kalo itu ditanyain ke Heidemarie Schwermer? Jawabannya...BISA!!

Ternyata hal itu bukan hal yang mustahil. Seorang wanita bernama Heidemarie Schwermer yang berumur 69 tahun ini sudah membuktikan bahwa hal itu bukanlah mustahil. Selama 16 tahun belakangan ini, wanita itu mampu menjalani hidupnya tanpa uang sepersen pun. "Petualangan" hidupnya yang unik ini berawal dari kejengkelannya terhadap perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Heidemarie menyebutkan bahwa sekarang ini masyarakat makin konsumtif dan rakus.

Pada masa kecilnya, Heidemarie pernah mengalami kekurangan kebutuhan hidup karena menjadi pengungsi yang melarikan diri dari pasukan Rusia selama PD II. Lalu pada akhir tahun 1960-an, Heidemarie pernah tinggal di Chile selama satu tahun. Di negara inilah, ia melihat kemiskinan yang parah. Begitu kembali ke kampung halamannya, Jerman, ia menikah dan memiliki dua anak. Ia lalu bercerai dan pindah ke Dortmund pada 1982. Di sanalah ia membuka praktik psikoterapi.


Lalu pada 1994 lahirlah ide untuk memulai sebuah usaha toko pertukaran tempat orang bisa melakukan barter barang dan jasa. Keberhasilan usahanya ini membuat Heidemarie mengambil keputusan besar pada 1996: ia berhenti dari pekerjaannya dan menyumbangkan semua barang miliknya, kecuali hal kecil yang bisa masuk ke dalam koper dan ransel, pindah dari rumah sewaannya, menutup rekening banknya, dan membatalkan asuransi kesehatannya.

Janda beranak dua ini pun meninggalkan rumah yang nyaman pada 1996 setelah anak-anaknya mulai meninggalkan rumah dan hidup mandiri. Sejak tahun itulah, Heidemarie mampu membuktikan keyakinannya sendiri bahwa ia dapat hidup tanpa uang. Ia bisa mendapatkan semua yang dibutuhkannya dengan barter dan mendapatkan hadiah. Pada awalnya, gaya hidup seperti ini hanya dijadikan sebagai eksperimen selama satu tahun saja. Tapi karena merasa makin sejahtera dan bahagia, Heidemarie tetap menjalankan hidup tanpa uang hingga saat ini.

"Saya ingin memahami apa yang berlangsung dalam pikiran manusia. Tapi hal itu ternyata belumlah cukup. Saya masih ingin melakukan lebih banyak lagi bagi dunia ini,"
jelas Heidemarie.

Heidemarie menuangkan seluruh pengalaman hidupnya dalam buku. Buku pertamanya, The Star Money Experiment cukup sukses di pasaran dan uang hasil dari penjualan bukunya itu diberikan ke orang-orang di jalanan. Kemudian, ia menelurkan buku-buku sukses lainnya dan meminta penerbit memberikan royaltinya untuk amal. "Cara ini dapat membuat banyak orang bahagia, bukan hanya satu orang saja," kata Heidemarie perihal keputusannya menyumbangkan seluruh royalti penjualan bukunya.

Heidemarie menghidupi dirinya dengan seluruh kemampuan yang ia bisa. Bahkan, ia sempat berlibur ke luar negeri, dengan membarter tiket perjalanan dengan imbal jasanya sebagai guru dan psikoterapis. "Saya tidak pernah kekurangan makanan, pakaian atau teman-teman. Saya tak mau hidup saya dibuat stres dengan diperintah oleh uang atau tagihan dan keserakahan. Saya mengalir saja dalam hidup," katanya.


Saking uniknya, perjalanan hidup Heidemarie ini bahkan menjadi subjek dalam sebuah film dokumenter bertaraf internasional dengan judul "Living Without Money" garapan sutradara Line Halvorsen. "Film ini tidak mengajarkan Anda bagaimana untuk hidup tanpa uang, tetapi ini adalah potret seorang wanita yang membuat pilihan sangat berani dan inspiratif," jelas Halvorsen.

Heidemarie sendiri mengaku tidak berusaha untuk mencari pengikut, tapi ia berharap apa yang dilakukan ini bisa membantu orang lain untuk merefleksi gaya hidup mereka dan hubungan mereka dengan sesamanya.

sumber :


http://m.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4874/16_Tahun_Hidup_Tanpa_Uang/

0 komentar:

Posting Komentar