Sabtu, 08 Desember 2012

LOVE MOTIVATION


Artikel ini di tulis oleh :

Fuad Suyatman, Ch. M.

Hypnoblogger, Hypnographolog and Hypnolove Master in

1. King Of Mind
(http://seratdakwah.blogspot.com/2012/04/king-of-mind.html)

2. Ztrongmind
(http://www.ztrongmind.net)
and

3. Relax's Mind

(http://www.facebook.com/groups/288023281266070/)
Surakarta


(Ketika Bangsa Ini Menjadi Bangsa Yang Kehilangan..CINTA!!)

Ketika semalem gue ngeliat lagi Youtube yang muterin wawancara crew 8-11 Show Metro TV dengan Sang Motivator Cinta, Mr. Ronald Frank? Gue akhirnya jadi sedikit paham kenapa krisis multi dimensi masih aja akrab banget sama yang namanya..INDONESIA.

Yup, bangsa yang dulu terkenal dengan keramahtamahan mereka? Seketika dikenal dunia sebagai bangsa yang seolah kehilangan "cinta". Stigma negatif itu makin menjadi aja ketika tiga kasus heboh mencuat hampir bersamaan.

Di mulai dengan Kasus kematian Diego Mendieta... Pernikahan Kilat Bupati Garut... Sampai ke Penetapan Menpora (yang sekarang non aktif) : Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus Korupsi.


Emang sih kalo di liatin satu-satu? Ketiga kasus itu seperti ga ada hubungannya. Tapi ketika kita tarik ke sebuah titik bernama "LOVE MOTIVATION" alias "Motivasi Cinta" ketiganya seketika menemukan sebuah titik kesamaan yang sangat jelas.

Gue sendiri sempet mikir bahwa bangsa ini mulai kehilangan motivasi cinta sejatinya. Sampe segitunya?

Ya, mungkin!!Kalo kita ngeliat fenomena yang beberapa waktu belakangan menghampiri hampir semua sudut kehidupan negerinya Engkong Pitung ini? Rasanya emang negeri ini perlahan udah seperti keilangan warisan teragung leluhur bangsa. Sebuah warisan agung yang bahkan kita sendiri mungkin lupa tentang itu. #LOVEMOTIVATION


HILANGNYA REAL LOVE MOTIVATION DAN MENGGEJALANYA WABAH HEDONISME DI KEHIDUPAN ANAK BANGSA



Seandainya dulu Soekarno lebih memilih wanita-wanitanya daripada kecintaan pada negeri ini?

Seandainya dulu Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sisingamangaraja sampai Bung Tomo memilih untuk bekerjasama dengan penjajah demi melanggengkan kecintaan mereka pada kekuasaan yang memang sudah diberikan Tuhan kepada mereka?

Seandainya dulu para pencetus proklamasi negeri ini "berpikir picik" demi langgengnya kekuasaan dan bayangan keuntungan materi nan luarbiasa yang pastinya bisa mereka genggam erat?



Mungkin negeri bernama "INDONESIA" ini tak akan pernah ada. Tapi apa? Dengan berbekal "LOVE MOTIVATION" yang tulus, kuat, dan suci? Mereka hempaskan egoisme masing-masing demi sebuah tujuan panjang bernama "KEJAYAAN INDONESIA DI MASA DEPAN", sebuah tujuan yang secara sadar/tidak telah terkhianati oleh anak bangsa mereka sendiri.

Hmm.. bicara tentang LOVE MOTIVATION saat ini rasanya aneh banget emang. Apalagi buat kita yang udah teracuni virus "Kepoisme"..."Alayisme" yang semua berujung pada satu paham yang memang terkenal bahayanya sejak dulu. Ya, Hedonisme.

Hedonisme sendiri menurut seorang blogger yang tulisannya gue jadiin referensi tulisan ini (http://hedonisme-ips3.blogspot.com/2010/10/pengertian-dari-hedonisme.html) adalah : "Pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta-pora, dan pelesiran merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya sekali, sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya."


Masih menurut sumber yang sama, disana dikatakan bahwa di dalam lingkungan penganut paham ini, hidup dijalanani dengan sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Dari golongan penganut paham ini lah muncul Nudisme (gaya hidup bertelanjang). Pandangan mereka terangkum dalam pandangan Epikuris yang menyatakan,"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati."

Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat sekitar tahun 433 SM. Hedonisme ingin menjawab pertanyaan filsafat "apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia?"

Hal ini diawali dengan Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia. Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Aristippos memaparkan bahwa manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi. Pandangan tentang 'kesenangan' (hedonisme) ini kemudian dilanjutkan seorang filsuf Yunani lain bernama Epikuros (341-270 SM).[4] Menurutnya, tindakan manusia yang mencari kesenangan adalah kodrat alamiah. [4] Meskipun demikian, hedonisme Epikurean lebih luas karena tidak hanya mencakup kesenangan badani saja --seperti Kaum Aristippos--, melainkan kesenangan rohani juga, seperti terbebasnya jiwa dari keresahan.

Dan hedonisme itu pulalah yang juga udah ngerubah pemaknaan "Love Motivation" yang dulu oleh para pendiri bangsa dikenal, digenggam dan diperjuangkan layaknya harta dan bekal terpenting perjuangan mereka? Menjadi semacam senjata pembunuh masa depan anak cucu mereka. Dari "Love Motivation" yang dikala pertama kali leluhur bangsa ini mengenalnya sebagai sebuah motivasi cinta dengan ruang lingkup yang berkisar antara :"Aku -->Cinta-->Kamu-->Karna Tuhan!!" menjadi sebuah slogan bernada ajakan : "Ketika kita sudah ada nafsu ingin memiliki?" --> "Mari kita tebus nafsu itu dengen memasrahkan kehormatan kita tanpa perlawanan."

Dan itulah virus mematikan yang kini sedang menjangkiti negeri ini. Sebuah virus yang pada kenyataannya memang "hanya" terlihat sebagai sosok ramah tak berbahaya? Tetapi ketika virus itu sudah menjangkiti semua anak bangsa? Fenomena mengerikan seperti mewabahnya penyakit AIDS sampai penyakit moral seperti "Korupsi berjamaah" menjadi sebuah fenomena yang buat gue MENJADI SESUATU YANG SANGAT BERALASAN.

Ya, ketika Love Motivation murni sudah terlupakan? Maka penyakit yang awalnya nampak biasa? Bisa menjelma menjadi monster mematikan negeri ini.


Tanpa Love Motivation (dalam arti sesungguhnya)?

1. Motivasi cinta (Love Motivation) pun berubah total pemaknaannya. Dari yang lingkupnya : Aku --> Cinta --> Kamu --> Karena Tuhan, menjadi "Ketika kita sudah ada nafsu ingin memiliki?" --> "Mari kita tebus nafsu itu dengen memasrahkan kehormatan kita tanpa perlawanan."


2. Wabah penyakit sosial yang awalnya hanya dipandang sebagai penyakit sosial yang biasa berubah menjadi penyakit sosial super mengerikan. Dari yang awalnya hanya berlabel "Kepoisme" dan "Alayisme" berubah menjadi "Hedonisme" dan "Jama'ah KKN-isme (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)".

3. Pribadi bangsa yang dulu terkenal karena kesopanan dan kesantunannya? Kini menjelma menjadi bangsa dengan dekadensi moral stadium lanjut (yang tentunya akrab dengan penyakit sosial nan mematikan).

Solusinya?

Sederhana saja. Cukup dengan kembali menghayati, mempelajari dan mempraktekkan hakikat "LOVE MOTIVATION" dalam arti sesungguhnya. Yakni sebuah motivasi cinta yang dulu begitu dipegang teguh para leluhur bangsa. Sebuah motivasi cinta yang ruang lingkupnya sederhana dimana: "Aku --> Mencintai --> Kamu (kekasih...keluarga...hingga negara) --> Karena Tuhanku.

Bisakah kita demikian?

Bisa..!! Pasti bisa!!


Sumber :

1.http://hedonisme-ips3.blogspot.com/2010/10/pengertian-dari-hedonisme.html
2. Dr. K. Bertens.2000, Etika. Jakarta: Gramedia. Hlm. 235-238.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme
4. https://twitter.com/fuadsuyatman

5. https://www.youtube.com/watch?gl=ID&hl=id&v=463Y-mrJt5M

0 komentar:

Posting Komentar