Rabu, 21 Desember 2011

makna syahadat tauhid


Di Tulis dan di modifikasi kembali Oleh :
Fuad Suyatman, Ch. M (Fuad Hasan P. Salman bin Suyatman)
The Craziest and The Most Productive Blogger sekaligus juga
Praktisi Islamic and Love Hypnosis solo binaan Ztrongmind -Sebuah Organisasi Hypnosis yang tengah Booming di Blora dan Kota asal Mobil Esemka,Solo



Dua kalimat syahadat (syahadatain) adalah rukun Islam pertama. Syahadatain terdiri atas syahadat tauhid dan syahadat rasul. Rukun Islam pertama ini emang sangat mudah diucapkan, tapi...SUMPAH!! Berraaaaat banget dilaksanain.

Kenapa?

Karena emang meski tampaknya simple, uua kalimat syahadat (syahadatain) yang emang menjadi fondasi bagi rukun-rukun Islam lainnya itu kerap menguji kita dalam pelaksanaannya sehari-hari.

Dan sekarang kembali gue kudu nanya (ke gue dan semua pembaca blog ini....)

"Sudahkah kita menjalankan makna 2 (dua) kalimat syahadat ini dengan benar?"

Untuk bisa ngejawab and tentu aja menjalankan makna dua kalimat syahadat itu, tentu kita harus terlebih dahulu memahami makna Syahadatain. So?

Di dalam kesempatan ini akan dibahas makna syahadat tauhid terlebih dahulu. Makna syahadat rasul insya_allah akan dibahas kemudian.

Arti syahadat tauhid : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Makna Syahadat Tauhid

Dalam sisi kebahasaan, ada dua terminologi penting dalam syahadat tauhid :

1- Aku bersaksi
2- Tiada Tuhan selain Allah

And lets we see satu per satu kedua terminologi syahadat tauhid tersebut.

1. Makna Syahadat Tauhid “Aku Bersaksi”
\
Kata “bersaksi” menunjukkan kemantapan dalam keyakinan. Tingkat keyakinan seseorang akan semakin kuat ketika dia telah menyaksikan sesuatu. CONTOH :

1.Jika ayah/ibu/siapapun orang dekat kita mengabarkan bahwa mereka sayang sama kita, and terus doain kita saat kita pergi jauh (alias keluar kota)? Tentu anda yakin dengan ucapan mereka itu hingga kamu merasa tambah enjoy n yakin dalam menjalankan semua aktifitas kita bukan?

Yup, Inilah yang disebut dengan khabaru yaqin, sebuah keyakinan yang timbul dari sebuah kabar yang disampaikan oleh sosok yang kita sangat percaya. But, why kita bisa sangat yakin dengan kabar tersebut?

Itu semua ga laen karena sang pemberi kabar adalah sosok-sosok yang sangat kita cinta, percaya dan sangat kita yakini. Yup, seperti layaknya sosok ayah/ibu atau orang tercinta kita selalu menyatakan bahwa doa mereka selalu ada buat kita. Dan kita pun percaya itu.

2. Dan benar saja, setelah kita kemudian kembali kerumah dengan perasaan letih kemudian sambutan hangat dari ibu, ayah dan orang tercinta kita yang buat kita memang udah lebih dari cukup buat membuktikan cinta mereka? Maka kita yang kemudian bertambah yakin betapa mereka sangat menyayangi kita. Nah, inilah yang disebut dengan aienul yaqin, keyakinan yang timbul dengan menyaksikan bukti dari apa yang kita yakini itu.

Kualitas keyakinan di level ini (dengan bersaksi) tentu jauh lebih tinggi dari keyakianan yang anda peroleh ketika anda hanya mendapatkan kabarnya saja.Nah, maksud “aku bersaksi” dalam syahadat tauhid di atas, adalah sebuah pengakuan keyakinan berkualitas tinggi akan keesaan Allah.

Lantas, bagaimana kita bisa bersaksi padahal kita tidak pernah melihat-Nya?

Untuk dapat bersaksi tidak mesti melihatnya langsung. ”Jika ada hembusan angin? Kita pasti udah 100% yakin bukan kalo angin itu ada biarpun aku tidak melihatnya?"

Ya kan?

Tapi memang kita kudu percaya bahwa Allah itu ada sama seperti kita juga percaya bahwa cinta itu ada padahal semua pun tahu kalo cinta itu tak nyata bentuknya tapi begitu terasa adanya. and.. Yup!! Keberadaan Allah pun begitu. Kehadiran-Nya dapat kita saksikan melalui aneka rupa maha karya-Nya yang bertebaran di muka bumi ini.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal” (QS Ali Imran 190).

Karena itu, mari tingkatkan keyakinan kita terhadap adanya Allah dan segala sifatnya (asamul husna) dengan melihat (bersaksi) terhadap seluruh ciptaan-Nya. Inilah modal dasar untuk menegakkan kalimat “La ilaha illallah”, tiada Tuhan selain Allah seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

2. Makna Syahadat Tauhid “Tiada Tuhan selain Allah”


Tuhan selain bermakna sesembahan, juga bermakna sesuatu yang ditakuti, yang diharapkan atau yang dipentingkan. Karena itu, Tuhan banyak sekali jumlahnya. Tuhan-tuhan selain Allah dapat berupa orang, harta, jabatan, bahkan hawa nafsunya sebagaimana firman Allah:

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah …” (QS At Taubah : 31).

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS Al Furqan:43).

Dengan demikian, “Tiada Tuhan selain Allah” selain bermakna “Tiada yang patut disembah selain Allah”, juga dapat berarti:


1- Tiada yang patut ditakuti selain Allah
2- Tiada yang patut diharapkan selain Allah
3- Tiada yang patut dipentingkan selain Allah

Berapa Nilai Syahadat Tauhid Kita?

Ini adalah saatnya kita berbenah diri terhadap syahadat tauhid kita. Dalam muqadimah telah disebut bahwa kalimat syahadat mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Sebagai contoh (amat sederhana), apabila saat ini kita sedang membaca artikel ini, atau sedang main game, main bulu tangkis atau sedang membuat proposal, kemudian adzan berkumandang….

* Apakah kita tetap membaca artikel, ataukah segera shalat berjamaah di masjid?
* Apakah kita terus bermain game, ataukah segera shalat berjamaah di masjid?
* Apakah lanjut main bulu tangkis, atau segera shalat berjamaah di masjid?
* Apakah selesaikan proposal, ataukah segera shalat berjamaah di masjid?

"Adzan adalah merupakan panggilan Allah." (HR Tabrani). Jika kita mendengar adzan tapi tidak mau menghadirinya, berarti kita lebih mementingkan yang lain ketimbang Allah. Lalu bagaimana dengan persaksian “Tiada Tuhan selain Allah?”, yang juga berarti tiada yang patut lebih dipentingkan selain Allah?

Jika perilaku kita demikian, berarti nilai syahadat tauhid kita tidak lebih baik dari syahadat seorang maling (maaf), naudzubillah. Ya Allah, ampunilah kami yang selama ini belum memahami dan menjalankan makna syahadat tauhid. Berilah kami kekuatan untuk menjalankannya.

terakhir...

Jadilah pribadi pemurah
tapi jangan pernah jadi pribadi murahan
dan jadilah sosok sang pecinta
and stop menjadi budak cinta
kenapa?

karena pada dasarnya anda punya 2 alasan kuat untuk itu :

1. Karena anda terlalu berharga untuk jadi budak cinta
2. Karena hanya Ia (Allah) yang pantas kita berikan kata terindah kita. apa?
"I Will do anything for You, Allah...!!"

Kala kata "I will do anything for you" itu masih kamu sebar ke pacar, istri, atau bahkan gebetan? Berarti kita emang masih harus sangat-sangat belajar dan meningkatkan kualitas diri kita. Kenapa?

Karena ternyata dengan ucapan mulia namun masih disebar ke banyak orang itu menunjukkan betapa kita masih berada di level pembelajar sekaligus sang pecinta pemula. Maksudnya apa?

Maksudnya, keberadaan kita belumlah layak untuk disebut sebagai sang Pecinta Sejati. Cuz pada dasarnya...Sang Pecinta adalah mereka yang kedatangannya diharapkan. BUKAN ORANG YANG MENGHARAPKAN TOTAL KEDATANGAN ORANG LAIN. Buat dia? I + Allah = Enough

SEMOGA BERMANFAAT
***

Reaksi:HJHJ

0 komentar:

Poskan Komentar